About

Sabtu, 25 April 2020


Proses Berpikir Heuristic versus Systematic


Proses Berpikir Heuristic
            Proses berpikir Heuristic merupakan proses berpikir yang imajinatif. Biasanya dalam kondisi ini, orang dapat berpikir sesuai dengan kehendaknya sendiri. Pikirannya hanya menyerap semua informasi yang disajikan tanpa melakukan filter dan tidak ada proses lebih lanjut. Orang dengan kondisi pikiran Heuristic akan mudah hanyut dan imajinasinya dapat berkembang bebas dalam suatu proses cerita secara visual atau hanya auditori.

            Contoh : Orang menonton film atau drakor :D, dalam kondisi pikiran Heuristic, orang tersebut akan ikut hanyut dalam kesedihan aktor/aktris yang menderita, sengsara atau tersiksa dan pastinya akan ikut menangis (apa lagi kalau itu idolnya :D). Ia tidak berpikir bahwa sebenarnya aktor/aktris tersebut sedang acting atau sebenarnya yang mereka lakukan itu bukanlah hal yang real.

Proses Berpikir Systematic
            Cara berpikir systematic prosesnya lebih aktif, logis, analitis, hati-hati dan penuh pertimbangan. Orang dalam kondisi pikiran systematic akan mencari fakta, bukti dan juga alasan yang logis. Biasanya orang tersebut akan selalu memiliki pertanyaan jika yang dia lihat dan dengar tidak systematic.

            Contoh: Dalam suatu pertemuan atau seminar akan di jelaskan tentang prosedur sebuah usaha atau kerja maka orang yang memiliki cara berpikir sistematik (rasional) pastinya ingin mengetahui terlebih dahulu apa maksud atau tujuannya.



Semoga bermanfaat dan mari budayakan membaca, thank you J

0 komentar:

Posting Komentar